Elemen Dasar Komunikasi, Tipe-Tipe Jaringan, Topologi Jaringan, Protokol, Model TCP/IP Layer dan Model OSI Layer

0
64
Model Komunikasi Data dalam Jaringan Komputer

Hai teman-teman, pada kesempatan kali ini kami akan membahas Elemen Dasar Komunikasi, Tipe-Tipe Jaringan, Topologi Jaringan, Protokol, Model TCP/IP Layer dan Model OSI Layer.

Elemen Dasar Komunikasi

Ada tiga elemen dasar dalam komunikasi :

  1. Sumber pesan (message source)
  2. Saluran/media perantara (channel)
  3. Tujuan pesan (message destination)

Media Komunikasi Jaringan Komputer

Gambar 1. Media Komunikasi Jaringan Komputer

 

Tipe-tipe Jaringan :

  1. LAN (Local Area Network) adalah keterhubungan komputer dalam area yang tidak begitu besar, misalnya dalam satu ruangan atau satu lantai.

Contoh Penerapan Jaringan LANGambar 2. Contoh Penerapan Jaringan LAN

  1. MAN (Metropolitan Area Network) adalah keterhubungan komputer dalam lingkup satu kota.
  2. WAN (Wide Area Network) adalah keterhubungan komputer dalam lingkup yang lebih besar lagi, seperti negara, benua atau dunia (internet).

Contoh Penerapan Jaringan WANGambar 3. Contoh Penerapan Jaringan WAN

 

Topologi Jaringan

Topologi Jaringan Komputer dibagi menjadi dua jenis yaitu Physical Topologi dan Logical Topologi.

Jenis-jenis Physical Topologi:

  • Topologi Bus

Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  2. Umum digunakan karena sederhana dalam instalasi.
  3. Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan berhenti.
  • Topologi Ring

Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Lingkaran tertutup yang berisi node-node.
  2. Sederhana dalam layout.
  3. Signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana.
  4. Problemnya sama dengan Topologi Bus, biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star.
  • Topologi Star

Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
  2. Mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
  3. Keunggulannya adalah jika satu node kabel terputus yang lainnya tidak terganggu dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP.
  • Topologi Extended Star

Topologi Extended Star merupakan perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star yaitu:

  1. Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node. Traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
  2. Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
  3. Keunggulannya jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus, tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.
  • Topologi Hierarchical

Topologi ini biasa disebut sebagai topologi tree. Dibangun seperti halnya topologi extended star yang dihubungkan melalui sub node dalam satu central node. Topologi ini dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.

  • Topologi Mesh

Topologi Mesh dibangun dengan memasang link diantara station-station. Sebuah “fully-connected mesh” adalah sebuah jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk diimplementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link lainnya

 

Jenis-jenis Logical Topologi:

  • FDDI (Fiber Distributed-Data Interface) adalah standar komunikasi data menggunakan fiber optic pada LAN dengan panjang sampai 200 km. Protokol FDDI berbasis pada protokol Token Ring. FDDI terdiri dari dua Token Ring, yang satu ring-nya berfungsi sebagai ring backup jika seandainya ada ring dari dua ring tersebut yang putus atau mengalami kegagalan dalam bekerja. Sebuah ring FDDI memiliki kecepatan 100 Mbps.
  • Token Ring adalah sebuah akses jaringan berbasis teknologi ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969. Perusahaan IBM selanjutnya membeli hak cipta dari Token Ring dan memakai akses Token Ring dalam produk IBM pada tahun 1984. Elemen kunci dari Token Ring milik IBM ini adalah penggunaan konektor buatan IBM sendiri (proprietary), dengan menggunakan kabel twisted pair dan memasang hub aktif yang berada di dalam sebuah jaringan komputer.

Ada tiga tipe dari pengembangan Token Ring dasar:

  1. Token Ring Full Duplex, menggunakan bandwidth dua arah pada jaringan komputer.
  2. Switched Token Ring, menggunakan switch yang mentransmisikan data di antara segmen LAN (tidak dalam device LAN tunggal).
  3. 100VG-AnyLAN, dapat mendukung baik format Ethernet maupun Token Ring pada kecepatan 100 Mbps.

Beberapa peralatan yang digunakan dalam jaringan, diantaranya :

  1. Network Interface Card (NIC)

NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya. Sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan dial-up adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC Address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.

  1. PMCIA Network Interface Card

PMCIA card adalah card jaringan yang digunakan untuk terhubung ke dalam sebuah jaringan tanpa menggunakan kabel.

  1. Modem

Modem (Modul the Modulator) adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel telepon.

  1. Hub/Switch

Hub atau Switch digunakan untuk menghubungkan setiap node dalam jaringan LAN. Peralatan ini sering digunakan pada topologi star dan extended star. Perbedaan Hub dan Switch adalah kecepatan transfer datanya, yaitu 10:100 Mbps.

  1. Bridge

Bridge adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas atau memecah jaringan. Bridge berfungsi untuk menghubungkan dan menggabungkan media jaringan yang tidak sama seperti kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) dan kabel fiber optic, dan untuk menggabungkan arsitektur jaringan yang berbeda seperti Token Ring dan Ethernet. Bridge meregenerate sinyal tetapi tidak melakukan konversi protokol, jadi protokol jaringan yang sama (seperti TCP/IP) harus berjalan kepada kedua segmen jaringan yang terkoneksi ke bridge. Bridge juga dapat mendukung Simple Network Management Protocol (SNMP), serta memiliki kemampuan diagnose jaringan.

Bridge hadir dalam tiga tipe dasar yaitu Local, Remote dan Wireless. Bridge local secara langsung menghubungkan Local Area Network (LAN). Bridge remote yang dapat digunakan membuat sebuah Wide Area Network (WAN) menghubungkan dua atau lebih LAN. Sedangkan wireless bridge dapat digunakan untuk menggabungkan LAN atau menghubungkan mesin-mesin yang jauh ke suatu LAN.

  1. Router

Router adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas atau memecah jaringan dengan melanjutkan paket-paket dari satu jaringan logika ke jaringan yang lain. Router banyak digunakan di dalam internetwork yang besar menggunakan keluarga protocol TCP/IP dan untuk menghubungkan semua host TCP/IP dan Local Area Network (LAN) ke internet menggunakan dedicated leased line.

  1. Crimping Tools

Crimping Tools berguna untuk memotong, merapikan dan mengunci kabel UTP dalam melakukan instalasi networking.

 

Protokol

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protocol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.

Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP mengimplementasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :

  1. Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SMNP) dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Socket (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).
  2. Protokol lapisan antar-host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol.
  3. Protokol lapisan internetwork : bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja pada lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP) dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
  4. Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Service Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).

Model Refensi Lapisan Jaringan

Ada 2 model referensi yang bisa dipakai dalam jaringan komputer, Model TCP/IP Layer dan Model OSI (Open System Interconnection) Layer.

TCP IP LayerGambar 4. TCP/IP Layer

OSI ModelGambar 5. OSI Model

 

Demikianlah pembahasan Elemen Dasar Komunikasi, Tipe-Tipe Jaringan, Topologi Jaringan, Protokol, Model TCP/IP Layer dan Model OSI Layer. Semoga bermanfaat. Jangan lupa klik tombol like dan share yaa 🙂

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of