Hati-Hati kaum Hawa, kurang tidur bisa menyebabkan Menopouse Loh !

0
18

Di lansir Reuters, sebuah studi dari Korea Selatan membuat hal yang cukup mencengangkan, bahwasanya gejala menopause banyak terjadi dan berhubungan pada para wanita berumur setengah baya yang mengalami permasalahan saat tidur.

“Kelainan tidur adalah keluhan yang paling umum selama transisi menopause dan postmenopause,” ujar peneliti senior Dr. Hyun-Young Park dari National Research Institute of Health di Chungbuk.

“Kualitas tidur yang buruk dan durasi tidur yang tidak memadai biasanya amat terkait dengan cek kesehatan yang menunjukkan hasil yang negatif, seperti adanya obesitas, penyakit kardiovaskular, kanker yang dapat mematikan, diabetes, depresi, serta menandakan kualitas hidup yang buruk,” kata Park melalui email seperti yang dilansir melalui laman Reuters.

Selama dan setelah menopause, wanita lebih rentan terhadap masalah tidur seperti masalah untuk dapat tertidur dengan nyenyak, terbangun beberapa kali di malam hari dan terbangun lebih awal daripada yang diinginkan, lebih lanjut meskipun perubahan hormonal dapat mempengaruhi masalah tidur, faktor-faktor lain mungkin juga berperan, ujarnya lebih lanjut.

Untuk melihat apakah gejala menopause yang meliputi fisik dan psikologis mempunyai dengan masalah tidur, Park dan rekannya sendiri menganalisis data dari sekitar 634 wanita dalam rentang usia 44 dan 56 tahun yang berpartisipasi dalam sebuah studi yang mencakup pemeriksaan kesehatan tahunan di klinik Kangbuk Samsung Hospital di Seoul dan Suwon pada tahun 2012 -2013.

Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur kualitas tidur serta intensitas keringat di malam hari, dan gejala fisik, seperti seksual dan psikologis lainnya yang terkait dengan menopause. Tim Park juga mencari perbedaan antara wanita berdasarkan usia, indeks massa tubuh, penyakit kronis, status merokok, status perkawinan, pendapatan, pendidikan, status pekerjaan, aktivitas fisik, depresi dan tingkat stres.

Secara keseluruhan, mereka menemukan bahwa 19 persen wanita di kelompok studi melaporkan kualitas tidur yang buruk, dan mereka yang memiliki masalah tidur cenderung memiliki tingkat tekanan darah, kolesterol, dan trigliserida yang lebih tinggi. Mereka juga yang lebih tua, bukan perokok, kurang berpendidikan dan hidup tanpa pasangan, berpotensi mengalami depresi dan memiliki lebih banyak tekanan.

Di sisi lain, menurut hasil penelitian tersebut, mereka menemukan bahwa kualitas tidur tersebut akan makin memburuk saat wanita mengalami menopause, dengan sekitar 30 persen wanita pascamenopause melaporkan tidur yang buruk. Secara khusus, gangguan tidur menjadi lebih buruk pada wanita pascamenopause.

Secara keseluruhan, kurang tidur berhubungan dengan gejala fisik seperti berkeringat di malam hari. Di sisi lain, peneliti juga menemukan bahwa masalah seksual dan psikososial yang terkait dengan menopause tidak mempunyai kesesuaian dengan adanya masalah tidur.

“Sebagai psikolog tidur, saya melihat banyak wanita yang tidurnya terkena dampak negatif dari gejala menopause,” kata Aric Prather, seorang psikolog di University of California, San Francisco, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. .

Hasil tersebut pada akhirnya membuat peneliti ingin meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang terkait dengan kualitas tidur, termasuk perubahan kadar hormon, gangguan mood, kondisi medis lainnya serta faktor gaya hidup. Di sisi lain, obesitas juga dianggap negatif terhadap kualitas tidur walaupun perlu ada study lebih lanjut mengenai hal tersebut.

“Ada kebutuhan nyata untuk terus mengembangkan strategi baru agar wanita dapat kembali tidur dengan tenang saat gejala menopause menimpa,” ujarnya menutup.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of