Hati-Hati, Suka Begadang dapat mempercepat Kematian Loh!

0
31
Jangan Begadang

Orang yang suka bangun pagi mungkin hidup lebih lama daripada si tukang begadang, begitulah kiranya sebuah studi baru menunjukkan hal tersebut.

Seperti yang dilansir oleh laman NYTimes, para peneliti mempelajari sejumlah 433.268 orang, berusia 38 hingga 73 tahun, yang mendefinisikan diri mereka sebagai tipe “bangun pagi sejati”, tipe “terkadang bangun pagi”, tipe “kadang kadang begadang” atau “tukang begadang sejati”. Para peneliti tersebut mengikuti alur kesehatan mereka selama rata-rata enam setengah tahun, dan melacak penyebab kematian dengan sertifikat kematian. Setelah mengendalikan usia dan jenis kelamin, merokok, indeks massa tubuh, durasi tidur, dan variabel lain, mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan jenis “bangun pagi sejati”, tipe “tukang begadang sejati” memiliki 10 persen peningkatan risiko kematian karena penyebab apa pun.

Setiap peningkatan dari “bangun pagi” menjadi “bangun sore”, akan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit. Seseorang yang suka begadang di malam hari hampir beresiko dua kali lipat lebih besar dari orang yang bangun pagi untuk memiliki gangguan psikologis serta 30 persen lebih mungkin menderita penyakit diabetes. Risiko mereka untuk penyakit pernapasan pun sama, yakni 23 persen lebih tinggi dan 22 persen lebih besar untuk terkena penyakit lambung.

Penulis utama, Kristen L. Knutson, seorang profesor neurologi di Northwestern University USA, mengatakan bahwa ketika seseorang menjadi tukang begadang, maka sebagiannya bersifat genetik. Namun kebiasaan ini menurutnya dapat pula di ubah dengan melakukan penyesuaian ke tahap yang lebih baik dan sehat – yaitu dengan secara bertahap membuat waktu tidur lebih awal, menghindari penggunaan ponsel pintar sebelum tidur, dan akhirnya bergerak sendiri dari “waktu begadang.”

Meskipun alasan peningkatan kematian dari para “tukang begadang” tersebut tetap tidak jelas, Ia menandaskan, “tukang begadang seharusnya tahu bahwa kebiasaan mereka mempunyai beberapa konsekuensi kesehatan.”

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of